Kementerian PU

Kementerian PU Targetkan Perbaikan 14.132 Titik Jalan Nasional Jatim Selesai Sebelum H-10 Lebaran 2026

Kementerian PU Targetkan Perbaikan 14.132 Titik Jalan Nasional Jatim Selesai Sebelum H-10 Lebaran 2026
Kementerian PU Targetkan Perbaikan 14.132 Titik Jalan Nasional Jatim Selesai Sebelum H-10 Lebaran 2026

JAKARTA - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, kesiapan infrastruktur jalan nasional di Jawa Timur menjadi fokus utama pemerintah. Upaya percepatan perbaikan dilakukan agar lonjakan mobilitas masyarakat dapat terlayani dengan aman dan nyaman.

Langkah ini diprioritaskan mengingat Jawa Timur merupakan salah satu simpul pergerakan kendaraan yang cukup padat saat musim mudik. Kondisi jalan yang prima dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan gangguan lalu lintas di jalur utama.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan seluruh perbaikan jalan nasional di Provinsi Jawa Timur tuntas guna menjamin kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan langkah percepatan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat serta meminimalisir potensi gangguan lalu lintas di jalur utama pada saat arus mudik Lebaran nanti.

Total panjang jalan nasional di wilayah Jawa Timur mencapai 2.261,68 kilometer yang terbagi dalam 358 ruas. Jaringan tersebut menjadi tulang punggung konektivitas antarwilayah selama periode mudik.

Dia menekankan jaringan jalan nasional di Jawa Timur dilengkapi oleh 973 jembatan dengan total panjang 34.807,36 meter dan tingkat kemantapan saat ini berada di atas 80 persen. Data ini menunjukkan bahwa secara umum kondisi infrastruktur berada dalam kategori mantap namun tetap memerlukan penyempurnaan.

“Seluruh perbaikan jalan nasional harus sudah selesai maksimal H-10 Lebaran. Kita harus memastikan jalan nasional di Jawa Timur dalam kondisi aman dan nyaman dilalui masyarakat, terutama pengendara roda dua,” kata Dody saat meninjau kesiapan di Tuban, Jawa Timur, Minggu (2/3/2026).

Target Penyelesaian 14.132 Titik Lubang Jalan

Dalam laporannya, fokus utama penanganan saat ini adalah penyelesaian lubang jalan yang tercatat sebanyak 14.132 titik di seluruh wilayah Jawa Timur. Titik-titik tersebut tersebar di berbagai ruas strategis yang menjadi jalur utama pemudik.

Perbaikan lubang jalan dipercepat agar tidak membahayakan pengguna jalan, khususnya kendaraan roda dua. Kerusakan kecil sekalipun dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan jika tidak segera ditangani.

Hingga kini, sebanyak 13.306 titik telah berhasil ditangani sehingga menyisakan 826 titik yang ditargetkan tuntas dalam waktu dekat. Penyelesaian sisa titik tersebut dikejar agar seluruh pekerjaan rampung sebelum H-10 Lebaran 2026.

Percepatan dilakukan melalui pengerahan personel dan peralatan secara optimal di lapangan. Koordinasi intensif juga terus dilakukan untuk memastikan progres berjalan sesuai jadwal.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen menjaga kualitas layanan jalan nasional. Pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik tanpa hambatan berarti akibat kerusakan jalan.

Penguatan Keselamatan dan Identifikasi Titik Rawan

Selain perbaikan fisik, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali mempercepat pengecatan marka jalan untuk meningkatkan aspek keselamatan pengguna. Marka yang jelas diharapkan membantu pengendara dalam menjaga disiplin lajur dan jarak aman.

Langkah ini juga menjadi bagian dari peningkatan standar keselamatan menjelang lonjakan volume kendaraan. Marka yang terlihat jelas pada malam hari sangat penting bagi pemudik yang melakukan perjalanan jarak jauh.

Pihaknya juga telah mengidentifikasi titik rawan macet dan kecelakaan, khususnya pada ruas batas Kota Bangkalan–Sampang dan kawasan Alas Baluran di Banyuwangi. Identifikasi tersebut bertujuan untuk mempersiapkan langkah antisipatif sebelum kepadatan terjadi.

Ruas-ruas tersebut dinilai memiliki potensi hambatan lalu lintas saat arus mudik dan balik. Dengan pemetaan sejak awal, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terukur.

“Dengan kesiapan infrastruktur, personel, dan peralatan tersebut, Kementerian PU memastikan konektivitas dan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode Lebaran tetap terjaga,” tambah Dody.

Mitigasi Bencana di Ruas Rawan Banjir dan Longsor

Lebih lanjut, mitigasi bencana juga menjadi perhatian serius pada sejumlah ruas yang memiliki kerawanan tinggi terhadap banjir dan tanah longsor. Antisipasi ini penting mengingat kondisi cuaca yang berpotensi berubah sewaktu-waktu.

Lokasi prioritas mencakup ruas Ngoro–Mojosari, Ploso–Pacitan–Hadiwarno, Bangil–Pasuruan, serta jalur perbatasan Malang–Lumajang di segmen Turen Km 54 hingga Km 60. Ruas-ruas tersebut dipantau secara intensif untuk mencegah gangguan selama periode mudik.

Penguatan lereng, pembersihan drainase, dan kesiapan alat berat menjadi bagian dari langkah mitigasi. Pemerintah ingin memastikan jalur tetap dapat dilalui meskipun terjadi cuaca ekstrem.

Mitigasi ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan alam. Dengan langkah preventif, risiko penutupan jalan akibat bencana dapat ditekan.

"With kesiapan infrastruktur, personel, dan peralatan tersebut, Kementerian PU memastikan konektivitas dan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode Lebaran tetap terjaga," pungkasnya.

Secara keseluruhan, percepatan perbaikan jalan nasional di Jawa Timur menjadi prioritas menjelang Lebaran 2026. Target rampung H-10 diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi jutaan pemudik yang melintas di provinsi tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index