WIKA Beton Pasang 5.500 Concrete Reef Unit di Gili Meno untuk Konservasi Laut

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:14:05 WIB
WIKA Beton Pasang 5.500 Concrete Reef Unit di Gili Meno untuk Konservasi Laut

JAKARTA - PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) telah menempatkan sebanyak 5.500 Concrete Reef Unit (CRU) di perairan Gili Meno, Lombok Utara sejak Oktober 2025. Program ini menjadi bagian dari upaya konservasi terumbu karang sekaligus perlindungan pesisir dari abrasi.

Sekretaris Perusahaan WIKA Beton, Yushadi, menjelaskan bahwa teknologi CRU tidak hanya menjaga stabilitas pesisir. CRU juga mendukung pemulihan ekosistem laut di kawasan konservasi secara berkelanjutan.

Teknologi Concrete Reef Unit untuk Ekosistem Laut

Concrete Reef Unit merupakan terumbu buatan berbahan beton pracetak berbentuk kubus berongga. Struktur ini berfungsi sebagai habitat biota laut sekaligus sebagai peredam gelombang di pesisir.

Seluruh unit CRU diproduksi di fasilitas Pabrik Produksi Beton Pasuruan milik WIKA Beton serta Unit Operasi 3. Distribusi dilakukan melalui pelabuhan di Gresik sebelum dipasang di perairan Gili Meno.

Bobot setiap unit sekitar 1 ton dengan dimensi 100 x 100 x 100 sentimeter. Struktur berongga ini dirancang untuk memecah gelombang laut sehingga pesisir terlindungi dari abrasi dan gelombang besar.

Kolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai dan ESG

Program ini dilaksanakan bersama Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I di bawah Kementerian Pekerjaan Umum. Inisiatif ini menjadi bagian implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) WIKA Beton, terutama pada aspek perlindungan biodiversitas laut.

Kolaborasi ini menegaskan peran perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Integrasi ESG ke proyek konservasi menekankan dampak sosial dan lingkungan yang positif.

Pendekatan ini menunjukkan bagaimana proyek industri dapat selaras dengan perlindungan lingkungan. Sinergi antara pemerintah dan korporasi menjadi kunci keberhasilan konservasi pesisir.

Fungsi CRU dalam Perlindungan Pesisir dan Keanekaragaman Hayati

CRU WIKA Beton dirancang untuk memperkaya keanekaragaman hayati laut. Kubus beton ini juga berfungsi sebagai pelindung pesisir Gili Meno dari abrasi yang sering terjadi akibat gelombang tinggi.

Yushadi menyatakan, setelah lima bulan pemasangan, CRU menunjukkan kontribusi positif terhadap pemulihan terumbu karang. Langkah ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen ESG WIKA Beton terhadap kawasan konservasi laut Indonesia.

Setiap kubus berongga menyediakan ruang bagi biota laut untuk hidup dan berkembang. Dengan demikian, ekosistem laut dapat pulih secara bertahap sekaligus memperkuat perlindungan pesisir.

CRU Sebagai Investasi Sosial Perusahaan

Yushadi menekankan bahwa inisiatif ini merupakan investasi sosial perusahaan. Program ini sejalan dengan misi WIKA Beton untuk mendukung pelestarian ekosistem laut di Indonesia.

Indonesia memiliki salah satu kawasan terumbu karang terluas di dunia. Oleh karena itu, program konservasi seperti ini menjadi penting untuk menjaga keanekaragaman hayati laut nasional.

Selain manfaat lingkungan, program ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian laut. Keberadaan CRU membantu masyarakat memahami hubungan antara industri dan keberlanjutan ekosistem.

Dampak Positif Jangka Panjang terhadap Ekosistem Laut

Pemasangan CRU di Gili Meno diharapkan menciptakan dampak jangka panjang bagi ekosistem laut. Terumbu buatan ini akan menjadi habitat bagi berbagai spesies ikan dan biota laut lainnya.

Selain itu, perlindungan pesisir dari abrasi membantu menjaga kualitas lingkungan dan mencegah kerusakan infrastruktur pantai. Dampak positif ini menjadi indikator keberhasilan proyek konservasi WIKA Beton.

Keberhasilan pemasangan CRU juga menunjukkan efektivitas teknologi beton dalam pemulihan ekosistem laut. Struktur kubus berongga tidak hanya kokoh tetapi juga ramah lingkungan untuk biota laut.

Kontribusi Terhadap Keberlanjutan dan ESG Perusahaan

Program ini memperkuat posisi WIKA Beton sebagai perusahaan yang mengintegrasikan ESG ke setiap proyeknya. Fokus pada konservasi laut menunjukkan bahwa pembangunan industri dapat sejalan dengan pelestarian lingkungan.

CRU menjadi contoh nyata bagaimana teknologi konstruksi dapat digunakan untuk tujuan ekologis. Penerapan prinsip ESG memastikan setiap proyek memberikan manfaat sosial, lingkungan, dan ekonomi secara seimbang.

Kolaborasi dengan pemerintah dan unit operasional internal perusahaan memperkuat keberhasilan proyek. Hal ini menunjukkan bagaimana industri dan pemerintah dapat bersinergi untuk konservasi dan pembangunan berkelanjutan.

Pemasangan 5.500 unit CRU di Gili Meno menjadi model proyek konservasi yang dapat direplikasi di kawasan pesisir lain. Keberhasilan proyek ini diharapkan memicu inisiatif serupa di wilayah Indonesia lainnya.

WIKA Beton menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan menjadi bagian strategi perusahaan jangka panjang. Setiap proyek diharapkan tidak hanya memberikan keuntungan finansial tetapi juga dampak positif bagi masyarakat dan alam.

Dengan fokus pada kualitas, standar keselamatan, dan keberlanjutan, proyek CRU menjadi bukti nyata inovasi perusahaan. Teknologi beton dikombinasikan dengan prinsip konservasi untuk hasil yang maksimal.

Melalui langkah ini, WIKA Beton menegaskan komitmen untuk mendukung pemulihan ekosistem laut nasional. Setiap unit CRU menjadi bagian dari usaha perlindungan pesisir, pemulihan terumbu karang, dan pembangunan berkelanjutan.

Terkini