JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) membukukan laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp8,8 triliun pada 2025. Earnings per share tercatat Rp273,53, mencerminkan kontribusi positif terhadap pertumbuhan bisnis bank.
Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, menekankan kualitas aset tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah bruto (gross NPL) tercatat 1,81% dengan cost of credit (CoC) turun menjadi 0,74%, sementara return on equity (ROE) berada di level 13,0%.
Strategi Pertumbuhan dan Pengelolaan Risiko
CIMB Niaga menjalankan strategi Forward30 untuk mempertahankan kinerja yang konsisten. Lani menekankan komitmen bank untuk menjaga kualitas aset, memperkuat dana murah (CASA), dan disiplin dalam pengelolaan biaya.
Strategi ini selaras dengan tujuan “Advancing Customers and Society”. CIMB Niaga berfokus membantu nasabah dan masyarakat mewujudkan aspirasi melalui layanan perbankan yang inovatif dan inklusif.
Likuiditas, Permodalan, dan Aset Konsolidasi
Bank menjaga posisi permodalan dan likuiditas solid dengan CAR 24,8% dan LDR 86,8%. Total aset konsolidasian mencapai Rp372,7 triliun per 31 Desember 2025, menegaskan posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.
Pertumbuhan DPK tercatat 3,8% yoy menjadi Rp270,5 triliun. CASA meningkat 10,1% yoy menjadi Rp189,5 triliun, sehingga rasio CASA mencapai 70,0%, mendukung pendanaan murah dan pengalaman nasabah yang lebih baik melalui layanan digital.
Pertumbuhan Kredit dan Pembiayaan per Segmen
Total kredit/pembiayaan konsolidasi naik 4,5% yoy menjadi Rp238,3 triliun. Pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen Perbankan Korporat (+6,7% yoy), diikuti Perbankan Konsumer (+3,4% yoy) dan UKM (+2,0% yoy).
Kredit retail terutama didorong oleh Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang meningkat 10,1% yoy. Hal ini menunjukkan respons positif nasabah terhadap berbagai produk pembiayaan CIMB Niaga yang kompetitif.
Perkembangan CIMB Niaga Syariah
Unit Usaha Syariah CIMB Niaga mencatat total pembiayaan Rp55,7 triliun pada akhir 2025. DPK CIMB Niaga Syariah tercatat Rp50,3 triliun, dengan struktur pendanaan semakin efisien melalui jaringan komunitas dan kemitraan strategis berbasis prinsip syariah.
Langkah ini mendorong pertumbuhan bisnis syariah berkelanjutan. CIMB Niaga Syariah juga berkontribusi pada penguatan ekosistem keuangan syariah nasional, sejalan dengan strategi inklusi keuangan bank.
Tabel Kinerja Keuangan CIMB Niaga 2025
| Indikator | Nilai 2025 | Pertumbuhan YoY | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Laba Sebelum Pajak Konsolidasi | Rp8,8 triliun | – | Audited |
| Earnings per Share | Rp273,53 | – | – |
| ROE | 13,0% | – | Return on Equity |
| Gross NPL | 1,81% | – | Kualitas aset terjaga |
| CoC | 0,74% | – | Menurun yoy |
| Total Aset Konsolidasi | Rp372,7 triliun | – | Bank swasta terbesar kedua |
| CAR | 24,8% | – | Capital Adequacy Ratio |
| LDR | 86,8% | – | Loan to Deposit Ratio |
| Total DPK | Rp270,5 triliun | +3,8% | Dana pihak ketiga |
| CASA | Rp189,5 triliun | +10,1% | Rasio CASA 70,0% |
| Total Kredit | Rp238,3 triliun | +4,5% | Per segmen korporat, konsumer, UKM |
| Pembiayaan Syariah | Rp55,7 triliun | – | CIMB Niaga Syariah |
| DPK Syariah | Rp50,3 triliun | – | Struktur pendanaan efisien |
Optimisme dan Strategi Tahun 2026
CIMB Niaga menargetkan pertumbuhan kredit yang prudent di tahun 2026. Fokus bank tetap pada kualitas aset, penguatan CASA, dan pengelolaan biaya yang disiplin untuk menjaga performa keuangan berkelanjutan.
Lani menegaskan komitmen bank untuk memberikan nilai tambah bagi stakeholders. Strategi ini diharapkan mampu memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank inovatif yang mendukung nasabah dan masyarakat Indonesia secara luas.