Danantara dan Kemenkeu Bahas Lagi Setoran Keuntungan Rp120 Triliun ke Negara Pekan Ini

Jumat, 18 September 2026 | 08:05:31 WIB

JAKARTA — Rencana setoran keuntungan sekitar Rp120 triliun dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) ke kas negara belum final. CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan pihaknya akan kembali membahas rencana itu bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada pekan ini.

Pembahasan tersebut akan menentukan mekanisme sekaligus kepastian setoran keuntungan kepada negara. Rosan menyebut pertemuan lanjutan dengan Menteri Keuangan Suahasil Nazara sudah dijadwalkan.

"Ya, nanti kami akan bahas lagi dengan Kementerian Keuangan," ujar Rosan, sebagaimana diberitakan Kompas.com.

Mengapa Setoran Rp120 Triliun Sempat Alot Dibahas

Angka Rp120 triliun itu sebelumnya mencuat setelah eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Danantara masih keberatan dengan rencana penyetoran dana tersebut. Purbaya menjelaskan, dana sekitar Rp120 triliun itu bersumber dari keuntungan Danantara.

Dana tersebut ditargetkan menjadi tambahan buffer atau bantalan fiskal pemerintah pada tahun ini. Posisinya penting untuk memperkuat ruang fiskal negara di tengah kebutuhan belanja yang tetap besar.

Karena itu, kepastian soal setoran ini menjadi perhatian, terutama menyangkut mekanisme dan waktu pelaksanaannya. Pembahasan bersama Kemenkeu disebut akan menjadi bagian penting untuk memutuskan hal tersebut.

Posisi Danantara dan Kemenkeu Saat Ini

Rosan menegaskan, perkembangan terbaru rencana tersebut masih menunggu hasil pembahasan dengan Kemenkeu. Ia tidak merinci apakah angka Rp120 triliun akan tetap atau berubah dalam pertemuan pekan ini.

Dari sisi pemerintah, Kemenkeu belum menyampaikan pernyataan baru terkait jadwal maupun substansi pembahasan. Suahasil Nazara disebut akan bertemu langsung dengan pihak Danantara untuk membahas rencana setoran itu.

Bagi publik, hasil pembahasan ini menentukan seberapa besar tambahan penerimaan negara dari keuntungan badan pengelola investasi tersebut. Kepastiannya juga memengaruhi perhitungan bantalan fiskal pemerintah tahun ini.

Terkini